Dinkes Kukar Pastikan Penanganan Covid-19 Tetap Terkendali dan Imbau Masyarakat Tidak Panik

img

(Covid-19/pic:Ilustrasi)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Menyusul laporan dua kasus positif Covid-19 yang tercatat di Kota Samarinda oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

Dan diketahui kasus tersebut saat ini sedang ditangani di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dan satu pasien sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes antigen.

Merespon hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar mengimbau agar masyarakat untuk tetap tenang.

Masyarakat diminta tidak panik menghadapi situasi ini karena saat ini Covid-19 telah berstatus endemis, bukan lagi pandemi seperti sebelumnya.

Kepala Bidang Pemberantasan, Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, menjelaskan bahwa masyarakat Kukar sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi Covid-19 termasuk upaya mitigasi dan antisipasinya.

Dengan adanya pengalaman tersebut, dirinya mengingatkan agar masyarakat untuk terus menyadari pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi sebagai langkah pencegahan endemis tersebut.

“Kami minta masyarakat tetap tenang. Kita semua sudah melewati masa sulit pandemi, dan sekarang Covid-19 bersifat endemis. Jadi tetap waspada, jaga kesehatan, namun tidak perlu panik,” ungkapnya saat diwawancarai awak media Rabu (11/06/2025).

Ia mengungkapkan sejak tahun 2020 hingga 2022, Pemkab Kukar telah menggencarkan program vaksinasi massal dengan berbagai jenis vaksin seperti AstraZeneca, Moderna, Sinovac, hingga Pfizer.

“Lebih dari 80 persen warga Kukar telah menjalani vaksinasi, yang turut membentuk kekebalan komunitas (herd immunity),” katanya.

Lanjut Supriyadi, meski masyarakat telah melakukan vaksinasi, namun dirinya tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh.

“Jika sedang flu, pakailah masker. Jika tubuh merasa lelah, istirahat yang cukup. Dan jangan lupa cuci tangan secara rutin,” imbaunya.

Supriyadi juga mengungkapkan untuk memantau perkembangan kasus, Dinkes Kukar juga telah membentuk tim surveillance.

“Namun karena statusnya yang endemis, penanganan terhadap kasus ini dilakukan seperti menangani penyakit biasa tanpa prosedur darurat khusus,” terangnya.

Dirinya juga berpesan, kepada seluruh masyarakat di Kukar agar tidak panik dengan adanya kasus yang kembali mencuat ini. Walaupun kasus ini berstatus endemis, Ia tetap menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, serta istirahat yang cukup.

“Sekali lagi, masyarakat tidak perlu panik. Yang penting tetap waspada dan jaga kebersihan serta kesehatan sehari-hari,” pungkasnya. (Adv/Tan)